Skip to main content

Search Blog

Hit enter to search or ESC to close

Featured Post

Rekam Jejak Amarah Kreatif di Rossi Musik: Bagaimana Dynamite dan Jakarta Under Siege Menembus Batas Intimasi Mosh Pit

  JAKARTA, Connection Surface — Dinding beton dan pilar-pilar kokoh Rossi Musik, Fatmawati, sekali lagi menjadi saksi sejarah bagaimana kultur independen di ibu kota terus meregenerasi energinya tanpa henti. Akhir pekan kemarin, gelaran Dynamite Live in Jakarta yang digarap oleh kolektif Jakarta Under Siege sukses mengonversi lantai empat gedung legendaris tersebut menjadi ruang katarsis yang pekat, intim, dan meledak-ledak.   Kolaborasi tiga arah antara label arus pinggiran ,   Smartest Bomb Records ,  Fever Joint Records  dan Avenue Road Records  terbukti melampaui ekspektasi. Keputusan berani mereka untuk membatasi kuota tiket reguler di lokasi ( On The Spot ) demi kenyamanan ruang justru menjadi sumbu utama yang memicu keintiman tanpa sekat antara penonton dan penampil di area depan panggung. Gelombang Panas Amunisi Lokal Distorsi gitar dan ketukan drum sudah bergemuruh konstan sejak sore hari. Unit-unit tangguh seperti Zeal , Homebodies , Unexist , ...

Sign Up for Our Newsletters Get notified for the News


Posts

Latest Posts

Skateboard Rp110 Ribuan: Investigasi Singkat di Balik Produk Murah yang Merusak Pengalaman Skate

  Skateboard seharga Rp110.000–Rp350.000 kini ada di mana-mana. Cukup ketik kata “skateboard” di marketplace, dan puluhan produk muncul dengan klaim serupa: strong , professional , high quality , siap dipakai pemula hingga mahir . Artikel ini tidak ditulis untuk menakut-nakuti pembeli, tapi untuk membedah apa yang sebenarnya terjadi di balik skateboard murah —dan mengapa produk ini diam-diam merugikan pemula, komunitas, dan industri skateboarding di Indonesia. Ini bukan opini kosong. Ini hasil observasi lapangan, pengalaman komunitas, dan pola penjualan yang berulang. Harga Murah Itu Fakta. Klaim Kualitasnya yang Bermasalah. Tidak ada yang salah dengan produk murah. Masalahnya muncul ketika harga murah dibungkus dengan klaim palsu . Mayoritas skateboard di range Rp110.000–Rp350.000 memiliki pola yang sama: Diproduksi massal tanpa standar skateboard sesungguhnya Dijual lintas negara dengan spesifikasi generik Direbrand ulang untuk pasar lokal Namun di etalase marketplace, produk ini...

Rekam Jejak Amarah Kreatif di Rossi Musik: Bagaimana Dynamite dan Jakarta Under Siege Menembus Batas Intimasi Mosh Pit

  JAKARTA, Connection Surface — Dinding beton dan pilar-pilar kokoh Rossi Musik, Fatmawati, sekali lagi menjadi saksi sejarah bagaimana kultur independen di ibu kota terus meregenerasi energinya tanpa henti. Akhir pekan kemarin, gelaran Dynamite Live in Jakarta yang digarap oleh kolektif Jakarta Under Siege sukses mengonversi lantai empat gedung legendaris tersebut menjadi ruang katarsis yang pekat, intim, dan meledak-ledak.   Kolaborasi tiga arah antara label arus pinggiran ,   Smartest Bomb Records ,  Fever Joint Records  dan Avenue Road Records  terbukti melampaui ekspektasi. Keputusan berani mereka untuk membatasi kuota tiket reguler di lokasi ( On The Spot ) demi kenyamanan ruang justru menjadi sumbu utama yang memicu keintiman tanpa sekat antara penonton dan penampil di area depan panggung. Gelombang Panas Amunisi Lokal Distorsi gitar dan ketukan drum sudah bergemuruh konstan sejak sore hari. Unit-unit tangguh seperti Zeal , Homebodies , Unexist , ...

Jalanan Tidak Pernah Berhenti Menjadi Rumah: Wrath the Street Vol.1 Jakarta

  Tentang kolektif brand-brand skateboard lokal yang memilih kembali ke jalan, membangun ruangnya sendiri, dan mengingatkan bahwa street skateboarding selalu lahir dari keberanian untuk memanfaatkan ruang publik. Ada satu hal yang selalu menarik dari skateboarding, di saat banyak olahraga dibangun di dalam arena yang telah disiapkan, skateboard justru lahir dari cara pandang yang berbeda. Ia tidak menunggu ruang dibuatkan. Ia belajar melihat kemungkinan dari ruang yang sudah ada. Sebuah tangga menjadi tantangan, ledge berubah menjadi permainan serta trotoar menjadi garis yang ingin dilalui dan kota, perlahan, berubah menjadi taman bermain.   Mungkin karena itu pula, hubungan antara skateboard dan ruang publik tidak pernah benar-benar bisa dipisahkan. Jalanan bukan hanya tempat bermain. Ia adalah tempat skateboard belajar tumbuh, bertemu, bertukar cerita, hingga membangun identitasnya sendiri. Di Jakarta, salah satu ruang itu adalah Bundaran Senayan, bagi sebagian orang, ia ...

SPLIT HARDER: Support the Bands, Respect the Space

  Tentang bagaimana kolektif di pinggir kota terus menjaga ruang yang membuat kultur tetap hidup.  Tidak semua hal yang penting terjadi di tengah kota. Kadang, justru yang paling jujur tumbuh beberapa kilometer menjauh dari pusat keramaian. Di sebuah coffee shop sederhana di kawasan Cilangsana, Bogor, suara ampli kembali dinyalakan. Orang-orang datang membawa kaus band favoritnya, beberapa saling berpelukan setelah lama tidak bertemu, sebagian lagi berdiri di depan meja merchandise sebelum musik bahkan dimulai. Malam itu bukan tentang menjadi acara hardcore terbesar. Tidak ada panggung megah, layar LED, atau daftar sponsor yang memenuhi backdrop. Yang ada hanyalah sekelompok orang yang percaya bahwa sebuah ruang layak diciptakan agar musik, persahabatan, dan komunitas tetap memiliki tempat untuk bertemu. Acara itu bernama Split Harder .   Digagas oleh Noirlab Collective bersama Crushblow , Split Harder menghadirkan HONEY , END IN PAIN , UNDER NEGATIVE MIND , TELLY BLUE...

Melihat Skateboarding Day dari Balik Kamera Gregorius Aldwin

  Setiap tahun, Go Skateboarding Day selalu menghadirkan cerita yang berbeda. Ada trick yang berhasil setelah percobaan berkali-kali. Ada bails yang mengundang tawa bersama. Ada wajah-wajah lama yang kembali bertemu setelah sekian waktu. Ada juga generasi baru yang untuk pertama kalinya merasakan bagaimana rasanya berada di tengah ratusan skateboarder yang bergerak ke arah yang sama. Namun di tengah semua keseruan itu, sering kali ada satu kelompok yang luput dari perhatian. Mereka yang berdiri di pinggir obstacle. Berjalan mondar-mandir mencari sudut terbaik. Berjongkok di antara kerumunan. Atau justru berlari mengejar momen yang mungkin hanya terjadi dalam sepersekian detik. Para dokumentator. Karena ketika sebuah event berakhir, yang tersisa bukan hanya kenangan bagi mereka yang hadir, tetapi juga arsip yang memungkinkan orang lain ikut merasakan suasana hari itu. Dan di dalam skateboarding, arsip bukan sekadar dokumentasi. Ia adalah bagian dari sejarah.     Pada...

Jakarta Under Siege: Tentang Musik, Memori, dan Orang-Orang yang Kembali Bertemu

  Ada banyak alasan orang datang ke sebuah pertunjukan musik. Sebagian datang karena ingin melihat band favoritnya. Sebagian datang karena penasaran dengan band yang selama ini hanya mereka lihat melalui layar. Sebagian lainnya datang tanpa ekspektasi khusus, hanya ingin berada di tengah keramaian yang terasa akrab. Jakarta Under Siege 2026 mungkin menjadi tempat bagi semua alasan itu untuk bertemu. Tahun ini, Jakarta Under Siege kembali menghadirkan kombinasi lineup yang menarik. Nama-nama seperti Haywire, ZIP, The End, Outrage, Karmax, Pleazure and Pain, Alice, hingga Grrrl Gang berdiri dalam satu poster yang sama. Jika dilihat sekilas, susunan ini terasa tidak biasa. Ada hardcore, ada punk, ada Oi!, ada alternatif, dan ada spektrum musik yang mungkin tidak selalu berbagi panggung dalam acara yang sama. Tapi justru di situlah menariknya. Jakarta Under Siege terasa tidak sedang berusaha menyenangkan satu kelompok tertentu. Ia justru membuka ruang pertemuan bagi berbagai lapisa...

Jakarta Extreme Sports present SilaturahMIX Vol.02: Tiga Kultur, Satu Arena

  Di banyak tempat, skateboard, BMX, dan aggressive inline sering berjalan di jalurnya masing-masing. Mereka tumbuh dari kultur jalanan yang mirip, menggunakan ruang yang sama, dan sama-sama lahir dari semangat untuk bermain di luar batas olahraga konvensional. Tapi dalam praktiknya, ketiga disiplin ini tidak selalu benar-benar dipertemukan dalam satu energi yang utuh. Karena itu, ada sesuatu yang terasa hangat dari SilaturahMIX Vol.02. Event yang digagas oleh Jakarta Extreme Sports ini terasa lebih dari sekadar agenda kompetisi. Ia seperti ruang temu. Tempat di mana skateboarder, rider BMX, dan aggressive inline bisa hadir dalam satu arena tanpa sekat yang terlalu kaku. Tidak ada rasa paling dominan. Tidak ada disiplin yang mencoba berdiri lebih tinggi dari yang lain. Semuanya datang membawa energi masing-masing, lalu bercampur begitu saja secara alami. Di tengah banyaknya event yang sekarang terasa terlalu fokus pada kompetisi dan hasil akhir, SilaturahMIX justru terasa lebih ...