Skip to main content

Search Blog

Hit enter to search or ESC to close

Trending Now

Featured Post

Kita mungkin tidak pernah merasa dekat dengan politik, perang atau keadaan ekonomi negara. Sampai suatu hari hal itu semua mulai terasa di bawah kaki sendiri.

Tentang dollar, perang, industri yang pelan-pelan tertekan, dan skateboarder yang mungkin baru mulai sadar.   Beberapa tahun terakhir, banyak skateboarder mulai terbiasa melihat harga yang terus naik. Awalnya mungkin cuma terasa di sepatu. Lalu deck. Lalu truck. Lama-lama hampir semua parts terasa semakin jauh dari kata murah. Dan seperti biasa, kebanyakan dari kita cuma bereaksi sebentar: “Anjir mahal banget sekarang.”   Habis itu lanjut main lagi... Padahal kalau dipikir-pikir, ada sesuatu yang sebenarnya sedang terjadi cukup besar di belakang semua itu. Dan jujur saja, skateboarder memang bukan kelompok yang terkenal dekat dengan isu ekonomi atau politik. Banyak dari kita lebih peduli spot baru dibanding berita dunia. Lebih hafal video part dibanding situasi pasar global. Itu bukan salah. Skateboarding memang sejak awal tumbuh sebagai ruang pelarian dari hal-hal seperti itu. Tapi masalahnya, cepat atau lambat, keadaan dunia tetap datang mengetuk pintu scene kita juga, kar...

Trending Now


Sign Up for Our Newsletters Get notified for the News


Posts

Latest Posts

Kita mungkin tidak pernah merasa dekat dengan politik, perang atau keadaan ekonomi negara. Sampai suatu hari hal itu semua mulai terasa di bawah kaki sendiri.

Tentang dollar, perang, industri yang pelan-pelan tertekan, dan skateboarder yang mungkin baru mulai sadar.   Beberapa tahun terakhir, banyak skateboarder mulai terbiasa melihat harga yang terus naik. Awalnya mungkin cuma terasa di sepatu. Lalu deck. Lalu truck. Lama-lama hampir semua parts terasa semakin jauh dari kata murah. Dan seperti biasa, kebanyakan dari kita cuma bereaksi sebentar: “Anjir mahal banget sekarang.”   Habis itu lanjut main lagi... Padahal kalau dipikir-pikir, ada sesuatu yang sebenarnya sedang terjadi cukup besar di belakang semua itu. Dan jujur saja, skateboarder memang bukan kelompok yang terkenal dekat dengan isu ekonomi atau politik. Banyak dari kita lebih peduli spot baru dibanding berita dunia. Lebih hafal video part dibanding situasi pasar global. Itu bukan salah. Skateboarding memang sejak awal tumbuh sebagai ruang pelarian dari hal-hal seperti itu. Tapi masalahnya, cepat atau lambat, keadaan dunia tetap datang mengetuk pintu scene kita juga, kar...

OFF THE LAW KEMBALI: VANS DAN LAWLESS BURGERBAR MEMPERLUAS RUANG KOLABORASI

  Jakarta tidak pernah benar-benar diam. Selalu ada sesuatu yang bergerak—musik, skate, komunitas, dan orang-orang yang terus mencari cara baru untuk mengekspresikan diri. Di tengah pergerakan itu, Vans kembali membuka ruang, kali ini lewat kolaborasi lanjutan bersama Lawless Burgerbar. Bukan sekadar kolaborasi, tapi kelanjutan dari sesuatu yang sebelumnya sempat muncul secara terbatas. “Off The Law” yang dulu hanya bisa ditemui di USS, kini kembali dengan skala yang lebih besar—lebih terbuka, lebih berani, dan lebih dekat dengan publik. Momentum ini juga tidak berdiri sendiri. Tahun ini menandai 60 tahun siluet The Authentic , sebuah bentuk sederhana yang justru menjadi fondasi dari begitu banyak cerita di skateboarding, musik, dan kultur jalanan. Secara global, wajah-wajah seperti SZA, Travis Barker, Hayley Williams, hingga Franz Lyons ikut merayakan narasi ini. Tapi yang menarik, di Indonesia, ceritanya berkembang dengan cara yang lebih lokal—lebih dekat. Mulai dari keterliba...

Stone Street Challenge: Ketika Scene Bergerak, Kota Ikut Hidup

  Tentang perjalanan sebuah event kecil, yang tumbuh tanpa kehilangan arahnya.  Tidak semua event besar dimulai dari panggung. Sebagian justru lahir dari session kecil, obrolan santai, dan keinginan sederhana untuk bermain bersama. Di Batu, Malang, sebuah event bernama Stone Street Challenge tumbuh dari hal-hal seperti itu. Tanpa panggung megah. Tanpa agenda besar di awal. Hanya dari komunitas yang ingin membuat ruang bermain mereka sendiri. Dan kini, di tahun ketiganya, ia menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar event.   Dari Session ke Perjalanan Stone Street Challenge bukan event yang “dibuat” dalam satu waktu. Ia dibangun perlahan. Berangkat dari komunitas skateboard MM2100 di Bekasi, yang kemudian terhubung dengan komunitas lokal di Batu, Malang, event ini berkembang melalui kolaborasi lintas kota—sesuatu yang jarang benar-benar konsisten terjadi.   Selama tiga tahun terakhir, mereka tidak hanya mengulang acara. Mereka membangun perjalanan . Tah...

Kenapa Banyak Pemula Berhenti Bermain Skateboard? Panduan Memilih Skateboard Pertama Agar Tidak Salah Langkah

Panduan Memilih Skateboard Pertama Agar Tidak Salah Langkah Setiap tahun selalu ada wajah baru di skatepark. Mereka datang dengan papan baru, semangat besar, dan rasa penasaran yang tinggi. Tapi banyak dari mereka tidak kembali di bulan kedua. Bukan karena tidak berbakat. Bukan karena terlalu sulit. Sering kali, mereka berhenti karena salah mulai. Selama lebih dari 12 tahun mengelola skatepark dan skateshop, saya melihat pola yang sama berulang kali. Dan hampir semuanya bermula dari satu hal: Pemilihan skateboard pertama yang tidak tepat. Kesalahan Umum Saat Membeli Skateboard Pertama Bagi pemula, membeli skateboard pertama bisa terasa membingungkan. Terlalu banyak pilihan. Terlalu banyak harga. Terlalu banyak istilah teknis. Berikut beberapa kesalahan yang paling sering terjadi: 1. Memulai dari yang Paling Murah Banyak orang berpikir: “Coba dulu yang murah, nanti kalau serius baru upgrade.” Masalahnya, skateboard yang terlalu murah sering kali menggunakan material yang ...

Agar Scene Tetap Layak Disebut Rumah : Refleksi tentang tanggung jawab, keamanan, dan solidaritas di dalam kultur yang kita cintai

  Skateboarding sering kita sebut sebagai rumah. Bukan karena ia memiliki dinding atau atap, tapi karena di dalamnya ada rasa diterima, ada pertemanan, ada proses tumbuh bersama. Banyak dari kita menemukan identitas, keberanian, bahkan arah hidup melalui papan dan ruang-ruang kecil yang kita sebut scene. Dari skatepark, emperan ruko, sampai tongkrongan setelah sesi sore. Di sana kita belajar jatuh, bangkit, tertawa, dan saling mengenal. Namun rumah, sehangat apa pun ia terasa, tetap membutuhkan penjagaan. Belakangan ini, kabar yang beredar di luar sana mengingatkan kita pada satu hal yang mungkin jarang dibicarakan secara terbuka: bahwa tidak ada ruang yang otomatis aman hanya karena ia bernama komunitas. Dan di situlah refleksi perlu dimulai. Scene Tidak Kebal dari Masalah Sering kali kita merasa scene adalah tempat yang berbeda dari “dunia luar”. Lebih cair, lebih bebas, lebih inklusif. Nilai-nilai seperti solidaritas, kebersamaan, dan saling dukung selalu kita gaungkan....

Menjaga Ruang Kita: Skate Shop Day dan Peran Skateshop dalam Industri Skateboard Indonesia

Setiap budaya punya tempat berkumpulnya sendiri: kafe untuk musisi, studio untuk seniman, lapangan untuk pesepakbola. Bagi skateboarder, ruang itu sering kali bukan sekadar lokasi fisik — tetapi skate shop . Dan setiap 21 Februari , komunitas skateboard global bersama-sama merayakan hari yang disebut Skate Shop Day sebagai penghormatan terhadap ruang sosial ini. Skate Shop Day bukan sekadar agenda komersial. Ia lahir dari penghormatan terhadap hub budaya — tempat di mana skater pertama kali melihat video, memilih papan pertama, berbagi cerita, dan bertemu teman baru. Ia adalah hari yang dimaksudkan untuk menginjak kaki ke dalam toko yang telah menjadi tempat berkumpul selama 365 hari lainnya , sebagai bentuk dukungan nyata atas peran mereka dalam menjaga kultur ini tetap hidup. Apa Itu Skate Shop Day? Skate Shop Day pertama kali digagas pada tahun 2020 oleh dua sahabat  Scotty Coats dan Chris Nieratko . yang dibentuk oleh kecintaan mereka terhadap skateboarding dan musi...

Tidak Semua Sepatu Bisa Digunakan untuk Skateboarding

  Membaca Ulang Fungsi, Kebutuhan, dan Batas antara Gaya dan Alat Skateboarding tidak pernah benar-benar soal gaya semata. Di balik visual yang terlihat bebas, ada repetisi jatuh, gesekan, benturan, dan kontrol tubuh yang konstan. Karena itu, hampir setiap elemen dalam skateboarding—mulai dari papan, truck, hingga sepatu—lahir dari kebutuhan, bukan sekadar estetika. Namun, seiring meluasnya skate culture ke ranah lifestyle, satu pertanyaan menjadi semakin relevan untuk dibahas ulang: apakah semua sepatu yang terlihat “skate” benar-benar bisa digunakan untuk skateboarding? Artikel ini tidak bertujuan membatasi atau menghakimi pilihan siapa pun. Ini adalah upaya untuk membedakan fungsi dan gaya—dua hal yang sering terlihat serupa, tetapi bekerja dengan tuntutan yang sangat berbeda.

Fotografi skateboard di antara digital, analog, dan kesediaan untuk hadir.

  Interview bersama Boris Yoga / __okahhh     Boris Yoga tinggal dan bekerja di Jakarta. Ia memotret skateboard dengan pendekatan yang tidak pernah terburu-buru, berpindah antara medium digital dan analog. Gear yang ia gunakan hari ini adalah Sony A7R II dan Nikon F3—dua kamera dengan ritme yang sangat berbeda, namun justru memperjelas cara pandangnya terhadap momen, proses, dan kehadiran. Alih-alih datang dari ambisi menjadi fotografer skate, Yoga berada di balik kamera karena kebetulan. Kamera selalu ikut ke mana pun ia pergi—termasuk saat bermain skateboard atau sekadar mengecek spot. Dari situ, fotografi tumbuh pelan-pelan: dari suasana jalanan, nongkrong bersama teman, hingga akhirnya memotret trick. Tidak ada batas kaku antara mana yang “layak” difoto dan mana yang tidak. Selama ada rasa ingin menangkapnya, kamera akan bekerja.   1. Kapan dan dari titik mana lo mulai memotret skateboarding? Bukan momen pentingnya, tapi apa yang bikin lo milih berada di balik k...